Langsung ke konten utama

Entah apa yang merasuki teman-temanku?


Belakangan ini, gue merasa ada yang aneh sama diri dan perasaan gue. Gue kayak tiba-tiba gak bisa berteman, gue kayak gak dihargain, dan yang paling parah adalah gue merasa gak percaya diri dan merasa gue gak pernah dipercayai oleh orang lain, bahkan oleh teman gue sendiri. Sakit rasanya, tapi gue juga perlu melakukan intropeksi(maaf kalau salah, gak tau tulisannya) diri.
Kalau mau diliat penyebabnya sih, gue merasa ini semua ada yang disebabkan oleh diri gue sendiri dan teman-teman gue. Salah satu contohnya kejadian beberapa malam lalu (sebenarnya ini yang mau gue ceritakan).
Satu malam, gue gak ikut forum rutin yang setiap malam kita lakukan. Yah, memang malam itu gue sakit, tapi teman-teman gue gak ada yang percaya. Akhirnya, malam selanjutnya gue udah datang. Malam itu, kita semua sudah siap, forum itu sudah hampir dibuka oleh ketua kelas. Namun, salah satu temen gue (sebenarnya bukan) malah nyolot-nyolot menyinggung tentang ketidakhadiran gue malam sebelumnya. Ya, tersinggunglah gue, mau pergi langsung nutup laptop. Namun, ada satu orang yang nahan gue, tapi bukannya nahan, malah bikin gue makin tersinggung. Alhasil, gue pergi ninggalin mereka semua dengan wajah sok tegar.
Gak tau waktu itu gue mau nangis, miris banget. Tapi gue sadar gue udah dewasa dan sebentar lagi ulang tahun gue. Gue merasa bersalah sama mereka. Tapi, mereka juga semestinya ngertiin gue. “ADA GAK, SIH, TEMAN YANG BISA NGERTIIN KEADAAN GUE?”. Hello? Kemana kalian? Gue sendiri di sini, di keramaian kalian.
Gue tau, niatnya baik. Dia mau nasehatin gue, mengingatkan. Tapi entahlah, dia mungkin merasa lebih besar dari gue dan gue cuma manusia lemah gak atu diri. Gue juga saat itu mengolah nasehatnya sebagai respon buruk terhadap gue. Gue merasa kalu dia sok jago banget. Pokoknya gue benci mati-matian sama dia.
Banyak hal yang paling gak gue suka dari diri gue. Terkadang gue merasa teman-teman gue selalu ngesampingin gue, nyudutin gue, gue kayak gak ada artinya buat mereka. Andaikan mereka semua tau, gue pengen banget berteman sama mereka. Tapi gue berbeda. Please! Mengertilah. Kalianlah nyawa gue di dunia ini. Jujur saat ini hati gue menangis, cuma gue malu buat ngakuin itu. Gue di tengah keramaian tapi gue merasa sendiri.
Sudahlah, gak akan ada yang berubah kalau gue terus kayak gini. Gue tau masalah ini adalah salah gue otak gue dipenuhi prasangka terhadap teman yang nggak baik. Kalau begini ceritanya, gue harus ngapain?
Intinya di sini, gue mau nanya sama kalian, para Fa-readers. Bagaimana caranya agar kita gak mudah berprasangka?

Terima kasih, yaa, udah mau baca curhatan gue. Jangan lupa follow gue di instagram @farideee_ dan jadiin aku teman di facebook Andi Muh. Farid M!

Sekian, Wassalam... :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hai!

Assalamu alaikum, teman-teman!! Kenalin nih gue Farid, nama asli Andi Muh. Farid Mujahidin. Gue cuma remaja tengil yang rada-rada gak normal yang keluar dari rahim ibu gue pada suatu malam di Sinjai, Sulawesi Selatan 18 oktober 2002. Atau lebih tepatnya sih sekitar 17 tahun yang lalu. Sekarang gue sekolah di SMA Islam Athirah Bone - salah satu sekolah swasta terkenal di Sulawsi Selatan. Sekarang gue udah duduk di kelas 12 dan bercita-cita buat bisa lanjutin sekolah di PKN STAN. kalian semua yang baca ini doain gue yahh.. semoga 2020 bisa jadi STAN-ers. Gue tuh suka nyanyi dan wisata kuliner. Trus kalo lagi gabut suka ngupil dan ngelakuin apa aja yang gue suka. Untuk ke depannya semoga blog ini bisa bermanfaat buat semua pengguna internet apa lagi para remaja di Indonesia karena gue dari dulu mau banget ngasih sumbangsih buat negara tecinta kita ini lewat blog, tapi sampe sekarang baru bisa buat blog gitu... Terima kasih yaa udah mau baca postingan ini.. jangan lupa follow ...

Pelakor dan Cara Menghadapinya

Pelakor dan Cara Menghadapinya Perselingkuhan tentu saja bukan hal yang bisa dibenarkan. Ketidaksetiaan suami melukai hati istri dan anak-anak yang juga menjadi korban saat orangtuanya bercerai. Pada zaman dahulu, memang dari sebagian besar para pria mempunyai lebih dari seorang istri bahkan dapat menikah berkali-kali. Namun, seiring berjalannya waktu kesetiaan mulai tumbuh hingga hal itu berubah menjadi suatu yang biasa. Seperti halnya yang telah dicontohkan mantan Presiden kita, yaitu Bapak Habibie yang setia sehidup semati dengan Almarhumah Ibu Ainun. Kemudian, belakangan ini muncul lagi suatu hal yang pernah ada di masa lalu yaitu adanya istri simpanan. Perempuan yang menjadi istri kedua dikenal dengan sebutan pelakor atau perebut laki orang (orang ketiga). Para pelakor yang “terciduk” para istri sah atau istri pertama pasti akan viral di dunia maya karena istri sah mengungkapkan hal itu melalui curhatan. Curhatan itu lalu dibaca banyak orang hingga akhirnya booming . Sete...